BANDUNG — Industri musik tanah air kembali diselimuti awan hitam yang membawa duka mendalam bagi para penikmat musik rock independen maupun komersial. Musisi senior sekaligus pemain bass legendaris, Trisno PAS Band Meninggal Dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kabar duka ini mengejutkan publik serta jagat media sosial, mengingat peran vital dan kontribusi besar yang telah didedikasikan almarhum bagi belantika musik Indonesia selama puluhan tahun.
Kabar mengenai kepergian sang basis ternama ini mulai menyebar luas di kalangan media dan penggemar pada Sabtu sore sekitar pukul 18.18 WIB. Kepergian sosok yang akrab disapa Trisnoize ini menjadi momentum duka yang teramat berat bagi keluarga besar PAS Band serta skena musik alternatif Indonesia secara keseluruhan.
Kronologi Kepergian dan Konfirmasi Resmi Rekan Band
Informasi kepastian mengenai peristiwa duka Trisno PAS Band Meninggal Dunia pertama kali dikonfirmasi secara terbuka oleh sang drummer, Sandy Andarusman, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan emosional tersebut, Sandy menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya rekan seperjuangannya di panggung musik.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kami, bassist kami, jam 14.30 hari ini, 1 Agustus 2026,” tulis Sandy sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, almarhum mengembuskan napas terahirnya pada Sabtu sore pukul 14.30 WIB. Jenazah almarhum Trisno saat ini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Cibangkong, Bandung, Jawa Barat. Pihak keluarga bersama kerabat terdekat menjadwalkan prosesi pemakaman secara khidmat pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.
Penyebab Kepergian dan Persiapan Pemakaman
Hingga naskah berita ini diturunkan, detail rinci mengenai kondisi kesehatan terakhir maupun penyebab pasti di balik meninggalnya sang bassist legendaris masih dalam tahap konfirmasi lebih lanjut. Pihak keluarga besar maupun manajemen PAS Band belum merilis keterangan medis secara mendalam terkait kronologi kesehatan almarhum sebelum tutup usia.
Meskipun demikian, suasana haru dan rasa simpati tak henti-hentinya mengalir ke rumah duka di Bandung. Sanak saudara, kerabat dekat, hingga sesama rekan musisi berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir serta menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Rekam Jejak dan Dedikasi Trisno di Industri Musik Indonesia
Sosok Trisnoize bukan sekadar pemain instrumen biasa di panggung hiburan. Ia merupakan salah satu pendiri awal (*co-founder*) yang membidani lahirnya grup band rock legendaris asal Bandung, PAS Band, pada awal dekade 1990-an. Lewat permainan bassnya yang khas, penuh energi, dan sarat akan eksplorasi eksplosif, Trisno memberikan warna yang sangat signifikan pada identitas audio PAS Band.
Bersama dengan para personel lainnya, almarhum berhasil mengantar PAS Band menembus batas industri musik independen (*underground*) hingga menjadi salah satu pionir grup band indie pertama di Indonesia yang berhasil menembus major label. Sejumlah album ikonik seperti *4 Lewat*, *Aku*, hingga *Pas 2.0* menjadi saksi bisu dari kepiawaian almarhum dalam merajai panggung musik cadas tanah air.
Di luar panggung dan studio rekaman, almarhum juga dikenal luas oleh rekan-rekan musisi sebagai pribadi yang sangat rendah hati, hangat, serta memiliki komitmen tinggi terhadap perkembangan generasi muda di dunia musik. Ungkapan duka cita dan doa kini membanjiri lini masa media sosial dari berbagai lini, mulai dari musisi lintas generasi hingga para penggemar setia (*Passer*) yang merasa kehilangan figur inspiratif tersebut.



