Bandar Lampung (LUMINARA.ID)–Warga di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dan Banten mendadak heboh pada Sabtu malam (4/4/2026). Sebuah benda bercahaya terang dengan ekor panjang terpantau membelah langit malam dengan kecepatan tinggi, memicu spekulasi mulai dari meteor jatuh hingga pesawat yang mengalami kecelakaan.
Video amatir yang merekam detik-detik melintasnya objek berwarna biru terang tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial. Banyak warga di kawasan Kedaton (Bandar Lampung) hingga Lampung Selatan mengaku sempat panik melihat fenomena langka tersebut.
Bambang (34), warga Kedaton, menceritakan pengalamannya saat melihat objek tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. “Tiba-tiba ada cahaya terang sekali melintas cepat. Awalnya saya kira pesawat jatuh karena ada ekor cahayanya yang panjang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Siti Aminah (29) di Lampung Selatan. Cahaya tersebut sempat memicu kepanikan keluarganya yang sedang berada di halaman rumah. “Anak-anak sampai teriak kaget. Baru kali ini lihat benda seterang itu di langit malam,” ujarnya.
Identitas Objek: Sisa Roket China CZ-3B
Merespons kegaduhan tersebut, Profesor Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan klarifikasi ilmiah. Ia memastikan bahwa objek terang tersebut bukanlah fenomena alam gaib atau meteor, melainkan sampah antariksa.
“Masyarakat di sekitar Lampung dan Banten melihat pecahan bekas roket China jenis CZ-3B yang kembali memasuki atmosfer Bumi (re-entry),” jelas Thomas.
Berdasarkan analisis data orbit dari Space-Track, objek tersebut merupakan sisa wahana antariksa yang bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia, melintasi kawasan barat Pulau Sumatera.
Thomas menjelaskan mengapa benda tersebut tampak begitu terang dan pecah menjadi beberapa bagian. Sekitar pukul 19.56 WIB, sisa roket tersebut turun hingga ketinggian di bawah 120 kilometer, memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.
“Saat memasuki atmosfer padat, objek mengalami gesekan yang sangat tinggi sehingga terbakar dan pecah. Itulah yang dilihat masyarakat sebagai cahaya terang dengan ekor panjang,” tambahnya.
Fenomena ini, menurut BRIN, adalah bagian dari proses alami masuknya kembali sisa wahana antariksa ke Bumi. Meskipun terlihat mengerikan bagi mata awam, proses terbakar di atmosfer ini biasanya menghancurkan sebagian besar material sebelum menyentuh permukaan tanah.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu hoaks terkait benda jatuh. Penjelasan ilmiah ini diharapkan dapat mengedukasi warga bahwa langit malam kini memang kerap dihiasi oleh lalu lintas sampah antariksa seiring meningkatnya aktivitas peluncuran roket global.
Fakta Teknis Fenomena 4 April 2026:
-
Jenis Objek: Sisa Roket CZ-3B (Long March 3B) milik China.
-
Waktu Teramati: Sekitar pukul 19.56 WIB.
-
Lokasi Lintasan: Langit Lampung, Banten, menuju Samudera Hindia.
-
Penyebab Cahaya: Gesekan dengan lapisan atmosfer bumi (Ionosfer/Stratosfer).

