Jakarta (LUMINARA.ID)–Situasi di Timur Tengah semakin panas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengubah nada dan menyatakan siap “menghancurkan” Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi. Responsnya langsung memicu perhatian dunia, termasuk dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyatakan kesiapan membantu menstabilkan kawasan.
Dilansir dari berbagai sumber internasional, Putin menyampaikan hal itu saat bertemu Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, di Kremlin pada awal April 2026. Ia berharap konflik yang sedang berlangsung bisa segera diselesaikan demi kebaikan bersama.
“Kita semua berharap konflik ini cepat berakhir,” ujar Putin, seraya menyebut bahwa Trump juga baru saja membahas isu yang sama.
Putin kembali menegaskan bahwa Rusia siap melakukan segala upaya untuk membantu mengembalikan stabilitas di Timur Tengah dan “membuatnya kembali normal”.
Konflik ini pecah sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan besar-besaran ke Iran. Serangan yang masih berlangsung hingga kini telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran pun membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Putin juga mengingatkan soal dampak jangka panjang perang ini. Ia menyebut beberapa pihak membandingkan konsekuensinya dengan pandemi COVID-19 yang melumpuhkan dunia beberapa tahun lalu. Menurutnya, konflik di Timur Tengah sudah menyebabkan gangguan besar pada logistik internasional, rantai pasokan, produksi, serta memberi tekanan pada sektor minyak, logam, dan pupuk.
“Konsekuensi dari konflik ini masih sulit diprediksi secara akurat, tapi bisa sebanding dengan dampak epidemi virus corona,” kata Putin saat berbicara di hadapan para pemimpin bisnis di Moskow.
Yuk, Simak 5 Insight Utama dari Berita Ini
- Trump Naikkan Nada Ancaman Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran secara besar-besaran jika tuntutannya, termasuk membuka kembali Selat Hormuz, tidak dipenuhi.
- Putin Siap Turun Tangan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan membantu menstabilkan situasi di Timur Tengah dan berharap konflik segera berakhir.
- Korban Jiwa Sudah Ribuan Sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026, setidaknya 1.340 orang tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
- Iran Balas Serangan Iran merespons dengan gelombang rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
- Dampak Global Mirip COVID-19 Putin memperingatkan bahwa perang ini bisa menimbulkan kerusakan ekonomi seberat pandemi COVID-19, terutama pada rantai pasokan, energi, dan logistik dunia.

